Yayasan Trisakti – Seminar Urban Transport

Jakarta, 6 November 2019 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali mengadakan Seminar Nasional.  Seminar kali ini berfokus kedalam “Urban Transport” dengan tema “Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi untuk Mewujudkan Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan”.

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu solusi permasalahan transportasi dan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta. TOD dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan kemacetan melalui pengintegrasian sistem jaringan transportasi massal, selain itu TOD juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaaraan umum.

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kawasan TOD saat ini pun sangat beragam, Perencanaan pembangunan kawasan TOD umumnya akan dibangun pada daerah yang telah terbangun sebelumnya, sehingga akan muncul hambatan, utamanya, dari aspek sosial seperti isu kepemilikan lahan, resistensi masyarakat, dan kompensasi. Maka dari itu, pengembangan TOD harus diakomodir dalam rencana tata ruang baik lingkup umum maupun detail dan kesepakatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Selain itu tantangan lainnya yaitu butuh komitmen dalam pembangunan kawasan TOD karena dari sisi pembiayaan membutuhkan dana yang sangat besar, beberapa opsi pembiayaan yang dilakukan misalnya dengan metode Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta tantangan berikutnya yaitu pembangunan TOD ini diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur untuk kalangan menengah keatas namun harus mengalokasikan ruang untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk itu, Pemerintah Pusat terus mendukung dan mendorong Pemerintah Daerah untuk menghadapi tantangan-tantangan diatas untuk mewujudkan kawasan TOD ini karena pada akhirnya implementasi keberlangsungan TOD dari perencanaan hingga pengelolaan ada di tangan Pemerintah Daerah.

Pengembangan TOD ini terkait dengan banyak sektor, maka dari itu diperlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan dan waktu yang tidak sebentar untuk dapat dijalankan dengan sebaik mungkin. Untuk mewujudkan semua rencana penataan kawasan dan sistem transportasi terintegrasi akan ada kendala dalam proses pembangunannya seperti kemacetan atau permasalahan pertanahan. Yang perlu diingat adalah hal ini memang membutuhkan proses dan waktu, namun saat selesai nantinya akan membuat tata ruang dan sistem transportasi di kawasan tersebut menjadi lebih baik. Masyarakat juga dapat lebih mudah untuk menjangkau lokasi yang diinginkan karena transportasi sudah saling terintegrasi dan pada akhirnya efisiensi struktur ruang dan pengembangan kota yang berkelanjutan dapat terwujud dengan baik.

Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah serta industri terkait, dengan pembicara sebagai berikut:

  1. Menteri Perhubungan – Ir. Budi Karya Sumadi (Keynote Speaker).
  2. Dr. Ir. Sutanto Suhodo (Pemda DKI)
  3. Zulfikri, M.Sc, DEA (Direktur Jendral Perkeretaapian)
  4. Soemino Eko Saputro, MM (Akademisi ITL Trisakti)
  5. Ir. L. Denny Siahaan, MSTr (Akademisi ITL Trisakti)
  6. Dr. Harun Al Rasyid (Guru Besar ITB Institut Teknologi Bandung)
  7. Budi Harto (Direktur Utama Adhi Karya, Tbk)
  8. Mike Broomell, MBA (Managing Director Colliers International Colliers International)
  9. Dr. Ir. Suyono Dikun, MSc (Guru Besar UI Bidang Transportasi Universitas Indonesia)

Seminar ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tindakan mengenai TOD, dengan tujuan :

  1. Masing-masing pemangku kepentingan dapat berperan sesuai dengan posisi dan perannya;
  2. Terdapat harmonisasi antara perencanaan wilayah dan rencana tata ruang dengan perencanaan transportasi;
  3. Terdapat regulasi yang kuat sebagai dasar hukum agar diperoleh kepastian hukum;
  4. Terdapat Koordinasi yang efektif agar TOD dapat diimplementasikan;
  5. Terdapat sumber dana yang cukup untuk mendanai TOD.

Pelatihan Pembelajaran Dinamika Sistem (PDS) STMA Trisakti

Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di dunia perasuransian. khususnya penguatan soft skill, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti bekerjasama dengan PT. Melintas Cakrawala Indonesia (MCI)/Yayasan Dharma Berkmana (YDB) menyelenggarakan pelatihan Pembelajaran Dinamika Sistem (PDS). Acara tersebut diselenggarakan pada Kamis, 24 Oktober 2019 di auditorium STMA Trisakti, kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua Yayasan Trisakti Bapak Dr. Bimo Prakoso.

MOU antara STMA Trisakti dengan PAMJAK dan MCI

Penandatanganan MoU antara Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dengan Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (PAMJAKI) dan PT. Melintas Cakrawala Indonesia (MCI) pada Kamis, 24 Oktober 2019 di Auditorium STMA Trisakti. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Dr. Bimo Prakoso selaku Ketua Yayasan Trisakti, semoga kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi semua pihak.

 

Kuliah Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti diselenggarakan di Kementerian Pariwisata RI

Untuk pertama kalinya Kegiatan Kuliah Umum mahasiswa STP Trisakti 2019 dilaksanakan diluar kampus yaitu di ruang Balairung Kementerian Pariwisata pada tanggal 27 Agutus 2019. Dipilihnya Kantor Kementerian Pariwisata selain merupakan Pusat Informasi dan kegiatan Pariwisata juga banyak tenaga ahli pariwisata yang melakukan kajian ilmu Pariwisata yang akan dipelajari di kuliah nanti serta untuk  memotivasi mahasiswa baru.

Kuliah Umum yang dibuka Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen TNI (Purn), Djanadi Bimo Prakoso, M.Sc, MPA itu menampilkan pembicara lain yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Dr Anang Sutono, CHE, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar lembaga Kementerian Pariwisata Dr Wisnu Bawa Tarunajaya  dan Director Operation & Commerce and Hospitality, Mohammad Muchlis.

Selain materi  Pariwisata juga diberikan materi wawasan kebangsaan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jenderal TNI (Purn), Agum Gumelar

Agum menjelaskan, potensi ancaman terhadap Pancasila akan selalu ada baik itu datang dari komunisme, liberalisme, separatisme maupun radikalisme agama. Indonesia akan tetap kokoh dan tegak berdiri, jika seluruh rakyatnya berpegang pada 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Ketua Yayasan Trisakti, Bimo Prakoso mengatakan, kuliah perdana digelar diluar kampus agar mahasiswanya dapat pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi kuliah perdana itu dihadiri sejumlah narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Hal senada dikemukakan Staf Ahli Menteri Pariwisata, Anang Sutono. Karir di dunia pariwisata adalah pilihan tepat, seiring berkembangnya industri pariwisata dunia. Ia meminta pada mahasiswa untuk mengembangkan keahlian lain agar mampu bersaing di era global.

Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan pentingnya sumber daya manusia (SDM) di pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas dirinya agar mampu bersaing di dunia kerja yang makin kompetitif. Terus konsisten, agar karir yang dibangun dari bawah bisa mencapai posisi puncak.

Hal senada dikemukakan Mohammad Muchlis yang memulai karirnya di dunia pariwisata sebagai pengangkat koper di sebuah hotel. Meski sudah di posisi puncak, semangat Muchlis untuk belajar tak pernah berhenti. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa alih jenjang di STP Trisakti pada jurusan perhotelan.

Sarasehan Pengembangan dan Peningkatan Mutu SDM

Dalam menghadapi  era  revolusi  industri  4.0,  diperlukan  pendidikan  yang  dapat membentuk  generasi  kreatif,  inovatif,  serta  kompetitif.  Hal  tersebut  salah  satunya  dapat dicapai dengan cara mengoptimalisasi penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat mengikuti atau mengubah zaman menjadi  lebih  baik.  Indonesia  pun  perlu  meningkatkan  kualitas  lulusan  sesuai  dunia  kerja dan tuntutan teknologi digital.

Sudah saatnya kita meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan  atau  sekadar  menemukan  satu  jawaban  benar  dari  soal.  Metode  pembelajaran pendidikan  Indonesia  harus  mulai  beralih  menjadi  proses-proses  pemikiran  yang  visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi berbagai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

5 Perguruan Tinggi yang bernaung dalam Unit Satuan Pendidikan Yayasan Trisakti telah melakukan perubahan dalam metode pembelajaran dengan mengikuti era revolusi industri 4.0,  seperti  sistem  pengajaran  secara  online,  mendorong  mahasiswa  untuk  memiliki  lima  kompetensi  berpikir  kritis,  kreatifitas  dan  kemampuan  yang  inovatif,    kemampuan  dan keterampilan  berkomunikasi,  bisa  bekerjasama  dan  berkolaborasi  serta  memiliki kepercayaan diri.

 

 

Sejalan  dengan  hal  tersebut,  maka  pada  6    Agustus  2019  di Ballroom Hotel Santika Premier Semarang, Yayasan Trisakti bersama kelima satuan pendidikan di bawah naungannya  menyelenggarakan “Sarasehan  Pengembangan  dan  Peningkatan  Mutu  Sumber  Daya  Manusia  dan Bagaimana Implementasi Masyarakat dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”

Acara tersebut dibuka oleh Bapak Jumari, STP., M.Si. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, namun beliau berhalangan hadir sehingga diwakilkan oleh Bapak Dr. Hari Wuljanto, S.Pd., M.Si., Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Pembicara dalam acara Sarasehan ini adalah: Bapak Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D., Bapak Prof. Dr. Rustono, M.Hum., dan Bapak Dr. Gatot Hari Priowirjanto, M.Sc.

 

Halal Bihalal Yayasan Trisakti 2019

Yayasan Trisakti Gelar Halal Bihalal Bersama Seluruh Lembaga Pendidikan Tinggi

Halal Bihalal sebagai tradisi masyarakat Indonesia sebagai ajang Silaturahmi dan saling maaf – memaafkan di Hari Raya Idul Fitri, juga dilakukan Keluarga Besar Yayasan Trisakti, dimana seluruh pengurus yayasan, mulai dari Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Pengurus harian Yayasan Trisakti, bersama seluruh civitas Akademika Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti), Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti), Trisakti School of Management (TSM) dan Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti (STMK Trisakti) mengikuti kegiatan Halal Bihalal Yayasan Trisakti.

Acara dalam menemukan hakikat Idul Fitri tersebut, digelar di Auditorium Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti pada senin 17 Juni 2019, serta mengangkat tema “Dengan Keberagaman Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.
Continue reading “Halal Bihalal Yayasan Trisakti 2019”

Ulang Tahun Ke-53 Yayasan Trisakti

Memasuki usia ke-53 pada tanggal 27 Januari 2018, Yayasan Trisakti bertekad membawa perguruan tinggi dibawah naungannya berada di perangkat 10 terbaik Indonesia. Berbagai upaya akan dilakukan, tak hanya pada sarana dan prasarana kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Trisakti Dr. Djanadi Bimo Prakoso, MPA., M.Sc pada acara puncak Ulang Tahun Yayasan Trisakti yang diselenggarakan pada tanggal 28 Januari 2018 di JW Marriot.

Continue reading “Ulang Tahun Ke-53 Yayasan Trisakti”

Kegiatan Ziarah Menjelang Milad Ke-53

Kamis, 10 Januari 2019 , Dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT  53 tahun Yayasan Trisakti, seluruh Pengurus Yayasan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti Harry Tjan Silalahi , para pimpinan dari Sekolah Tinggi dan Institut beserta jajaran Dosen, Karyawan serta  Mahasiswanya yang berada  dibawah naungan Yayasan Trisakti  hadir mengikuti kegiatan Ziarah dan Tabur Bunga ke Makam para Pendiri Yayasan Trisakti. Pada kegiatan tersebut tabur bunga di awali ke TMP Kalibata  dilanjutkan ke Makam Jeruk Purut  dan  Tanah Kusir. Adapun Di TMP Kalibata terdapat 3 tokoh Pendidikan serta Pahlawan Nasional, sebagai Pendiri Yayasan Trisakti, diantaranya alm. Syarief Thayeb, alm Sindhunatha, alm. Bambang Soemarsono TMP Kalibata, sementara pendiri Yayasan Trisakti yang lain adalah alm Koesdarto Hadimoeljo yang dimakamkan di TPU Jeruk Purut, serta beberapa mantan Rektor Universitas Trisakti yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Continue reading “Kegiatan Ziarah Menjelang Milad Ke-53”