Lawatan Yayasan Trisakti ke Uzbekistan

Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu yang berdaya saing melalui kolaborasi dengan Pemerintah, institusi pendidikan tinggi  dan Industri  di Uzbekistan pada tanggal 7-13 November 2019 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dan Yayasan Trisakti melakukan lawatan Program Rintisan Kerjasama Luar Negeri.

Delegasi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang melakukan lawatan adalah:

  1. Djanadi Bimo Prakoso (Ketua Pengurus Yayasan Trisakti)
  2. Fetty Asmaniati, (Ketua Sekolah Tinggi pariwisata Trisakti)
  3. Novita Widyastuti (Kepala Pusat Bisnis Kepariwisataan)
  4. Jeffry Sudirdja, (Koordinator Kerjasama STP Trisakti)

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU sebagai berikut:

  1. Pengembangan Bidang Pariwisata dengan Head of The Government of Bukhara yang diwakili oleh Mr. Bortijon Z Shakhriyorow,
  2. Kerjasama Pendidikan dengan Silk RoadInternational University of Tourism yang diwakili oleh Bakhodir X.Turaev, Vice Rector on Education and Training Affairs
  3. Kerjasama antara Tour Emir dengan Trisakti Tour

Delegasi juga melakukan kunjungan kebeberapa obyek wisata seperti Kota Tua, tempat pusat keagamaan Tashkent, kompleks “Khazret-Imam”, Madrasah “Barak-Khan”, Masjid “Tilla-Sheikh”, Mausoleum “Kaffal Shashi” dan Institut Islam “Imam Al-Bukhari” dan lain-lain. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat segera direalisasikan, bermanfaat dan mendapat kebaikan bagi kedua belah pihak.

Kuliah Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti diselenggarakan di Kementerian Pariwisata RI

Untuk pertama kalinya Kegiatan Kuliah Umum mahasiswa STP Trisakti 2019 dilaksanakan diluar kampus yaitu di ruang Balairung Kementerian Pariwisata pada tanggal 27 Agutus 2019. Dipilihnya Kantor Kementerian Pariwisata selain merupakan Pusat Informasi dan kegiatan Pariwisata juga banyak tenaga ahli pariwisata yang melakukan kajian ilmu Pariwisata yang akan dipelajari di kuliah nanti serta untuk  memotivasi mahasiswa baru.

Kuliah Umum yang dibuka Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen TNI (Purn), Djanadi Bimo Prakoso, M.Sc, MPA itu menampilkan pembicara lain yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Dr Anang Sutono, CHE, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar lembaga Kementerian Pariwisata Dr Wisnu Bawa Tarunajaya  dan Director Operation & Commerce and Hospitality, Mohammad Muchlis.

Selain materi  Pariwisata juga diberikan materi wawasan kebangsaan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jenderal TNI (Purn), Agum Gumelar

Agum menjelaskan, potensi ancaman terhadap Pancasila akan selalu ada baik itu datang dari komunisme, liberalisme, separatisme maupun radikalisme agama. Indonesia akan tetap kokoh dan tegak berdiri, jika seluruh rakyatnya berpegang pada 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Ketua Yayasan Trisakti, Bimo Prakoso mengatakan, kuliah perdana digelar diluar kampus agar mahasiswanya dapat pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi kuliah perdana itu dihadiri sejumlah narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Hal senada dikemukakan Staf Ahli Menteri Pariwisata, Anang Sutono. Karir di dunia pariwisata adalah pilihan tepat, seiring berkembangnya industri pariwisata dunia. Ia meminta pada mahasiswa untuk mengembangkan keahlian lain agar mampu bersaing di era global.

Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan pentingnya sumber daya manusia (SDM) di pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas dirinya agar mampu bersaing di dunia kerja yang makin kompetitif. Terus konsisten, agar karir yang dibangun dari bawah bisa mencapai posisi puncak.

Hal senada dikemukakan Mohammad Muchlis yang memulai karirnya di dunia pariwisata sebagai pengangkat koper di sebuah hotel. Meski sudah di posisi puncak, semangat Muchlis untuk belajar tak pernah berhenti. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa alih jenjang di STP Trisakti pada jurusan perhotelan.