HUT Yayasan Trisakti Ke-55, Bersama Kita Kuat Membangun Institusi Yang Berdaya Saing Global

55 tahun merupakan sejarah dan perjalanan panjang Yayasan Trisakti dalam memajukan nilai mutu pendidikan dan mencerdaskan sebuah bangsa, dan Yayasan Trisakti bersama lembaga pendidikan tinggi yang telah dibina, mampu tumbuh bersama sejarah nasional Indonesia, dengan banyak goresan tinta yang tercatat di setiap periode kepemimpinan bapak bangsa. Dan untuk memperingati hari jadinya yang ke 55 tahun, Yayasan Trisakti menggelar kegiatan yang sederhana, namun penuh khidmat, melalui tatap muka maupun webinar online dengan fasilitas Zoom.
Keynote Speaker yang juga Direktur Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI, Prof. Ir. Nizam M.Sc. DIC.PhD mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Trisakti yang telah berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Itu semua tidak akan terwujud tanpa kerja keras, untuk itu kami berharap Yayasan Trisakti membangun semangat gotong – royong pada seluruh perguruan tinggi dibawah Yayasan Trisakti, juga bisa bersama-sama dengan Pemerintah, Masyarakat, dunia industri maupun media massa.
Dalam pembangunan Indonesia saat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang berdaya saing global, dan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, kuncinya adalah di Perguruan Tinggi, marilah bergandengan tangan, untuk terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa, pinta Prof Nizam.


Sejarah panjang dipaparkan Ketua Yayasan Trisakti Dr. Bimo Prakoso, Yayasan Trisakti sudah memberikan sumbangsih sebagai hasil niat tulus para pendiri Yayasan Trisakti. dan beragam prestasi telah diraih, bermacam orang hebat sudah diciptakan untuk negeri tercinta ini.
Perjalanan 55 tahun Yayasan Trisakti, mampu berkontribusi memajukan pendidikan Indonesia dan kuncinya adalah “Bersatu”, dimana jika kita bersatu maka akan kuat dan hebat dan Yayasan Trisakti mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah yang sangat besar terhadap pendidikan, yang selama ini Yayasan Trisakti lakukan.
Mesti penuh tantangan, namun kita mampu menjaga kualitas yang baik, semua masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dalam upaya menciptakan manusia-manusia hebat di negeri ini. Untuk itu atas nama Yayasan Trisakti, kami mengucapkan terima kasih pada para pimpinan perguruan tinggi di bawah Yayasan Trisakti yang saat ini juga menjadi barometer pendidikan di Indonesia, Semoga semua harapan dan kritik, akan membangun Yayasan Trisakti menjadi lebih baik dan memberikan sumbangsih yang lebih banyak bagi Indonesia, terutama di bidang pendidikan, tegas Dr. Bimo Prakoso.
Ketua Panitia HUT 55 tahun Yayasan Trisakti, yang juga Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati SE, MM. Mengaku bersyukur, mesti kita masih berada pada keprihatinan karena masih tingginya Pandemi Covid 19, namun pada Rabu, 27 Januari 2021 ini masih berkesempatan memperingati HUT Yayasan Trisakti ke 55 tahun, dengan Daring secara online. Hari ini turut berpartisipasi 200 peserta, baik dari pimpinan Yayasan Trisakti, Pimpinan Perguruan Tinggi, Dosen, Karyawan, Alumni, mahasiswa serta stakeholder dalam dan luar negeri.
STP Trisakti mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Trisakti yang selalu memberikan arahan serta bimbingan, sesuai visi misi yang dicanangkan, sehingga kami dapat meraih prestasi baik dalam negeri maupun luar negeri. Seluruh Civitas STP Trisakti berharap, Yayasan Trisakti dapat mendukung, mengawal dan mendampingi kami, sesuai dengan tema HUT Yayasan Trisakti ke-55, “Bersama Kita Kuat, Membangun Institusi Yang Berdaya Saing Global”, papar Fetty Asmaniati, SE,MM.


Dalam kesempatan tersebut Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Dr Tjuk sukardiman juga menegaskan sebagai bagian dari badan penyelenggara pendidikan Yayasan Trisakti, ITL Trisakti terus bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita pendiri Yayasan Trisakti, untuk menghasilkan lulusan yang mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen transportasi dan logistik yang berdaya saing tinggi, berjiwa kepemimpinan, profesional, jujur, disiplin, berbudaya, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Serta menuju terwujudnya World Class Institute dan menjadi laboratorium transportasi dan logistik yang bereputasi global, dan siap memasuki Generasi Era Milenial Indonesia, sehingga Institut Transportasi dan Logistik Trisakti terus menjaga kesinambungan semangat dan tekat Tri Dharma Perguruan Tinggi, ungkap Dr Tjuk Sukardiman.


Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti/ Trisakti School of Management, Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA berkesempatan mengucapkan selamat ulang tahun pada Yayasan Trisakti ke 55 Tahun, dan seluruh Civitas TSM siap bekerja keras mewujudkan visi, misi Yayasan Trisakti, ungkapya. Usai acara ditutup dengan doa oleh 5 tokoh Agama, sebagai permohonan agar keluarga besar Yayasan Trisakti mampu mengemban amanah, dalam mencerdaskan generasi bangsa, tujuan Mulia dan Luhur ini semoga Di Ridhoi Allah SWT.  (yt)

Yayasan Trisakti – Seminar Urban Transport

Jakarta, 6 November 2019 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali mengadakan Seminar Nasional.  Seminar kali ini berfokus kedalam “Urban Transport” dengan tema “Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi untuk Mewujudkan Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan”.

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu solusi permasalahan transportasi dan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta. TOD dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan kemacetan melalui pengintegrasian sistem jaringan transportasi massal, selain itu TOD juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaaraan umum.

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kawasan TOD saat ini pun sangat beragam, Perencanaan pembangunan kawasan TOD umumnya akan dibangun pada daerah yang telah terbangun sebelumnya, sehingga akan muncul hambatan, utamanya, dari aspek sosial seperti isu kepemilikan lahan, resistensi masyarakat, dan kompensasi. Maka dari itu, pengembangan TOD harus diakomodir dalam rencana tata ruang baik lingkup umum maupun detail dan kesepakatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Selain itu tantangan lainnya yaitu butuh komitmen dalam pembangunan kawasan TOD karena dari sisi pembiayaan membutuhkan dana yang sangat besar, beberapa opsi pembiayaan yang dilakukan misalnya dengan metode Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta tantangan berikutnya yaitu pembangunan TOD ini diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur untuk kalangan menengah keatas namun harus mengalokasikan ruang untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk itu, Pemerintah Pusat terus mendukung dan mendorong Pemerintah Daerah untuk menghadapi tantangan-tantangan diatas untuk mewujudkan kawasan TOD ini karena pada akhirnya implementasi keberlangsungan TOD dari perencanaan hingga pengelolaan ada di tangan Pemerintah Daerah.

Pengembangan TOD ini terkait dengan banyak sektor, maka dari itu diperlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan dan waktu yang tidak sebentar untuk dapat dijalankan dengan sebaik mungkin. Untuk mewujudkan semua rencana penataan kawasan dan sistem transportasi terintegrasi akan ada kendala dalam proses pembangunannya seperti kemacetan atau permasalahan pertanahan. Yang perlu diingat adalah hal ini memang membutuhkan proses dan waktu, namun saat selesai nantinya akan membuat tata ruang dan sistem transportasi di kawasan tersebut menjadi lebih baik. Masyarakat juga dapat lebih mudah untuk menjangkau lokasi yang diinginkan karena transportasi sudah saling terintegrasi dan pada akhirnya efisiensi struktur ruang dan pengembangan kota yang berkelanjutan dapat terwujud dengan baik.

Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah serta industri terkait, dengan pembicara sebagai berikut:

  1. Menteri Perhubungan – Ir. Budi Karya Sumadi (Keynote Speaker).
  2. Dr. Ir. Sutanto Suhodo (Pemda DKI)
  3. Zulfikri, M.Sc, DEA (Direktur Jendral Perkeretaapian)
  4. Soemino Eko Saputro, MM (Akademisi ITL Trisakti)
  5. Ir. L. Denny Siahaan, MSTr (Akademisi ITL Trisakti)
  6. Dr. Harun Al Rasyid (Guru Besar ITB Institut Teknologi Bandung)
  7. Budi Harto (Direktur Utama Adhi Karya, Tbk)
  8. Mike Broomell, MBA (Managing Director Colliers International Colliers International)
  9. Dr. Ir. Suyono Dikun, MSc (Guru Besar UI Bidang Transportasi Universitas Indonesia)

Seminar ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tindakan mengenai TOD, dengan tujuan :

  1. Masing-masing pemangku kepentingan dapat berperan sesuai dengan posisi dan perannya;
  2. Terdapat harmonisasi antara perencanaan wilayah dan rencana tata ruang dengan perencanaan transportasi;
  3. Terdapat regulasi yang kuat sebagai dasar hukum agar diperoleh kepastian hukum;
  4. Terdapat Koordinasi yang efektif agar TOD dapat diimplementasikan;
  5. Terdapat sumber dana yang cukup untuk mendanai TOD.