Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

[bt_section][bt_row][bt_column width=”1/1″][bt_text]

Pimpinan dan seluruh staff Yayasan Trisakti mengucapkan selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Karena Natal mengajarkan kita arti kedamaian, tebarkan selalu kedamaian dan kebaikan untuk semua orang. Tetap damai di hati dan damai di jiwamu.  Tuhan memberkati.

[/bt_text][/bt_column][/bt_row][/bt_section]

Izin Pembukaan Program Doktor Studi Pariwisata

Alhamdulillah, Puji dan Syukur kepada Tuhan YME, atas perkenanNYa pada Rabu, 30 September 2020 bertempat di Kantor LLDIKTI Wilayah III telah dilaksanakan penyerahan SK Mendikbud Izin Pembukaan Program Studi Pariwisata Program Doktor oleh Prof. Agus Seto Budi selaku Kepala LLDIKTI III kepada Bapak Dr. Bimo Prakoso selaku Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Trisakti. STP Trisakti sebagai PTS pertama yang diberikan izin untuk membuka S3 Pariwisata.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H

Segenap Dewan Pembina, Dewan Pengawasan dan Badan Pengurus Yayasan Trisakti mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqobbalallaahu minna wa minkum, wa shiyaamana wa shiyaamakum.

 

Selamat Datang Bulan Ramadhan 1441H

Marhaban Ya Ramadhan, seluruh Pengurus dan Jajaran Staff Yayasan Trisakti mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa 1441H. Semoga di Ramadhan tahun ini kita bisa meraih kemenangan. Menang melawan hawa nafsu dan perilaku buruk diri sendiri. Ramadhan mengajarkan kita bagaimana rasanya lapar dan haus selama sehari penuh. Semoga dengan berpuasa, kita lebih berempati dengan orang yang kurang beruntung.

Peringatan HUT Ke-54 Yayasan Trisakti

Yayasan Trisakti menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54,  yang jatuh pada 27 Januari 2020 di Hotel JW Marriot, Jakarta, yang dihadiri unsur pemerintah, mitra industri, dosen dan tenaga kependidikan serta keluarga besar Yayasan.

Dengan mengusung tema Bersatu Kita Kuat, Yayasan Trisakti berharap momen ulang tahun ini menjadi bentuk persatuan dan kesatuan, dari seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah nanungan  Yayasan Trisakti.

Selain itu, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi dan capaian yang lebih baik ke depan.

“Harapan kami dengan Bersatu kita menjadi semakin kuat, bersama kita hebat dan tak terkalahkan sesuai dengan visi, misi dan nilai-nilai luhur Yayasan Trisakti.” kata Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Trisakti, Mayjend (Purn) Djanadi Bimo Prakoso, pada peringatan HUT ke 54 Yayasan Trisakti di Jakarta,Senin (27/1).

Menurut Bapak Bimo Prakoso, hal yang menggembirakan pada HUT ke 54 adalah Yayasan Trisakti dan Universitas Trisakti (Usakti) telah sepakat mengakhiri permasalahan yang telah berlangsung selama 17 tahun dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) bersama.

Penandatanganan MoU itu turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM Mualimin Abdi di Kampus Usakti, Jakartam 20 Desember tahun lalu.

Bapak Mualimin yang turut hadir di acara peringatan HUT ke-54 Yayasan Trisakti mengatakan bahwa “Momentum HUT ke 54 ini penting bagi Yayasan Trisakti yang mengelola sejumlah lembaga pendidikan tinggi bersama Usakti agar solid”. Bapak Mualimin Abdi berpesan setelah deklarasi damai dan MoU antara Yayasan Trisakti dan Usakti tidak ada lagi pertentangan dan kesimpangsiuran. “Semuanya kita minta bersama memajukan pendidikan dibawah Badan Hukum Yayasan Trisakti,” tandasnya.

Dalam rangkaian HUT ke 54 Yayasan Trisakti telah digelar Apel Kesadaran Nasional Ziarah dan Tabur Bunga ke TMP Kalibata.

Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Bapak Harry Tjan Silalahi, mengatakan kegiatan Ziarah dan Tabur Bunga ke Makam para Pahlawan serta Pendiri Yayasan Trisakti merupakan kegiatan rutin memperingati HUT Yayasan Trisakti.

Bapak Harry Tjan Silalahi mengatakan “Kita semua ingin menghargai dan memberikan penghormatan kepada para pendahulu kita. Karena merekalah kita bisa berkembang di atas landasan kebangsaan Indonesia seperti sekarang ini,”.

Ziarah dan Tabur Bunga Jelang HUT ke-54 Yayasan Trisakti

Memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Yayasan Trisakti pada Jumat, 17 Januari 2020 lalu, rombongan Yayasan Trisakti bersama Institut dan keempat Sekolah Tinggi di bawah nanungannya melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, TPU Jeruk Purut, dan , TPU Tanah Kusir.

Mayjen (Pur) TNI Dr. Bimo Prakoso, PSC, M.P.A., M.Sc.  selaku pimpinan rombongan menandai dimulainya kegiatan ziarah dengan meletakkan karangan bunga di Tugu Taman Makam Pahlawan Kalibata yang dilanjutkan dengan pelaksanaan tabur bunga.

Adapun Di TMP Kalibata terdapat 3 tokoh Pendidikan serta Pahlawan Nasional, sebagai Pendiri Yayasan Trisakti, diantaranya alm. Prof. Syarief Thayeb Rektor Universitas Trisakti, alm. K. Sindhunatha Ketua Pengurus Yayasan Trisakti dan  alm. Bambang Soemarsono, sementara alm. H.M Koesdarto Hadimoeljo Pengurus Yayasan dan alm. Ir. Trisulo Djokopurnomo Ketua Yayasan Trisakti yang dimakamkan di TPU Jeruk Purut, serta Alm. H. Mulyatno Shindudarmoko Ketua STP Trisakti, Alm. Siti Maryam Mihardjo Ketua STP Trisakti dan Alm. Kartono Kadri Rektor dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Ziarah rombongan kali ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para tokoh pendidikan di lingkungan Yayasan Trisakti yang telah pergi. Sehingga diharapkan sebagai generasi penerus bangsa dapat mengisi dan melanjutkan cita-cita para tokoh pendidikan untuk membangun Indonesia menjadi bangsa besar yang maju dan bermartabat serta siap menghadapi tantangan kedepan.

Yayasan Trisakti dan Universitas Trisakti Sepakat Akhiri Konflik

Universitas dan Yayasan Trisakti sepakat mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 17 tahun. Kesepakatan ini tercapai usai kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kesepakatan Bersama Penyelesaian Kelembagaan Universitas Trisakti.

“Yang penting sekarang deklarasi ke semuanya, bahwa kami konflik telah usai,” kata Wakil Rektor I Universitas Trisakti, Asri Nugrahanti usai penandatangan MoU, di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat, 20 Desember 2019.

Asri mengatakan, dengan adanya rekonsiliasi ini masalah di masa lalu dapat dituntaskan dengan segera. Selain itu juga, soal status kelembagaan bisa berjalan beriringan antara Usakti dan Yayasan Trisakti.

“Status kelembagaan Trisakti apakah PTN-BH atau PTS untuk permohonan ke Kemendikbud bisa bersama-sama, kalau dulu kan Usakti memutuskan ini takut digugat yayasan, kalau memutuskan begini Usakti yang menggugat. Dengan adanya rekonsiliasi semoga semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Trisakti, Bimo Prakoso menyambut baik rekonsiliasi ini. Ia berharap semua permasalahan selesai dengan musyawarah mufakat.

“Sangat bersyukur 17 tahun akhirnya rekonsiliasi, tanpa itu kita enggak bisa maju. Jadi kita ayolah kita bersatu, kekurangan kita selesaikan dengan benar. Musyawarah mufakat,” ujarnya.

Konflik Usakti dengan Yayasan Trisakti sudah berlangsung sejak 2002,  Konflik dipicu ketika Rektor Usakti, Thoby Mutis menyatakan diri sebagai calon tunggal rektor pada 2002. Padahal, sesuai statuta universitas, calon rektor minimal ada tiga orang.

Alhasil sengketa pengelolaan pun muncul dan terus bergulir.  Sebagai upaya penyelesaian, sengketa ini dibawa ke meja hijau.

Hingga akhirnya, Mahkamah Agung (MA) memenangkan yayasan dan memerintahkan pengadilan negeri (PN) Jakarta Barat untuk mengeksekusi rektor bersama sembilan pejabat rektorat lainnya.

Menurut Yayasan pada 4 September 2002, Rektor Universitas, Trisakti Thoby Mutis beserta sembilan dosen dan pegawainya telah mengambil pengelolaan Universitas Trisakti secara paksa.

Kemudian pada 2004 MA mengeluarkan amar putusan bahwa Yayasan Trisakti telah dipulihkan haknya sebagai satu-satunya Badan Penyelenggara dari Universitas Trisakti yang sah.  Putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut bernomor 410K/PDT/2004 yang diperkuat dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) MA Nomor 575PK/PDT/2011.

Dengan bekal surat keputusan yang sudah berketetapan hukum (inkracht) tersebut, pengurus Yayasan Trisakti pun bermaksud hendak mengeksekusi orang-orang yang dianggap terlibat dalam penguasaan kampus.  Yayasan Trisakti mendatangi tercatat dari 2011 hingga 2016 telah empat kali mendatangi Universitas Trisakti untuk menjalankan proses eksekusi yaitu pada 19 Mei 2011, 28 Mei 2012, 6 November 2013, dan terakhir 24 Agustus 2016.

Namun semua upaya eksekusi hasilnya nihil. Hingga saat ini, posisi rektor pun masih dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt) dari Kemenristekdikti.

Lawatan Yayasan Trisakti ke Uzbekistan

Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu yang berdaya saing melalui kolaborasi dengan Pemerintah, institusi pendidikan tinggi  dan Industri  di Uzbekistan pada tanggal 7-13 November 2019 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dan Yayasan Trisakti melakukan lawatan Program Rintisan Kerjasama Luar Negeri.

Delegasi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang melakukan lawatan adalah:

  1. Djanadi Bimo Prakoso (Ketua Pengurus Yayasan Trisakti)
  2. Fetty Asmaniati, (Ketua Sekolah Tinggi pariwisata Trisakti)
  3. Novita Widyastuti (Kepala Pusat Bisnis Kepariwisataan)
  4. Jeffry Sudirdja, (Koordinator Kerjasama STP Trisakti)

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU sebagai berikut:

  1. Pengembangan Bidang Pariwisata dengan Head of The Government of Bukhara yang diwakili oleh Mr. Bortijon Z Shakhriyorow,
  2. Kerjasama Pendidikan dengan Silk RoadInternational University of Tourism yang diwakili oleh Bakhodir X.Turaev, Vice Rector on Education and Training Affairs
  3. Kerjasama antara Tour Emir dengan Trisakti Tour

Delegasi juga melakukan kunjungan kebeberapa obyek wisata seperti Kota Tua, tempat pusat keagamaan Tashkent, kompleks “Khazret-Imam”, Madrasah “Barak-Khan”, Masjid “Tilla-Sheikh”, Mausoleum “Kaffal Shashi” dan Institut Islam “Imam Al-Bukhari” dan lain-lain. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat segera direalisasikan, bermanfaat dan mendapat kebaikan bagi kedua belah pihak.